Mangrove Kuala Langsa Destinasi Wisata Bakau di Pantai Timur Aceh Yang Mendunia

Kemudian, fungsi mangrove juga menyerap semua kotoran yang berasal dari sampah manusia maupun kapal yang berlayar di laut. 

Penulis: Zubir
Editor: Khalidin
FOR SERAMBI
Hutan Mangrove Kuala Langsa yang kini menjadi objek wisata unggulan Pemko Langsa.
FOR SERAMBI
Hutan Mangrove Kuala Langsa yang kini menjadi objek wisata unggulan Pemko Langsa.
FOR SERAMBI
Hutan Mangrove Kuala Langsa yang kini menjadi objek wisata unggulan Pemko Langsa.

SERAMBINEWSTRAVEL.COM, LANGSA -- Keberadaaan hutan mangove di sebagian daerah di Indonesia mulai dijadikan objek wisata unggulan, termasuk Mangrove Kuala Langsa kini menjadi objek wisata sudah dikenal hingga mancanegara.

Taukah Anda, selain bisa dimanfaatkan sebagai objek wisata, mangrove banyak memiliki fungsi terutama untuk mengimbangi keberlangsungan hidup manusia di bumi.

Hutan mangrove seluas 1 hektare mampu menyerap 1.000 ton karbon. Sehingga penyelamatan hutan mangrove menjadi krusial dan tanggun jawab dunia dalam memerangi perubahan iklim.

Kemudian, fungsi mangrove juga menyerap semua kotoran yang berasal dari sampah manusia maupun kapal yang berlayar di laut. 

Pada umum bahwa manfaat hutan mangrove bagi kehidupan adalah akan menyerap semua jenis logam berbahaya dan membuat kualitas air menjadi lebih bersih.

Sementara itu, Manggrove yang lebih dikenal dengan pohon bakau itu membentang di sepanjang wilayah pesisir Kota Langsa memiliki luas diprakirakan 15.000 hektar.

Baca juga: Menyaksikan Migrasi Burung di Hutan Manggrove Kota Langsa yang Menakjubkan

Baca juga: Air Terjun Sijuk, Keindahan Yang Tersembunyi di Pedalaman Aceh Timur 

Hutan manggrove di Kota Langsa merupakan salah satu kawasan hutan manggrove terlengkap di dunia yang memiliki 38 jenis spesies bakau atau manggrove.

Dengan beragamnya jenis spesies manggrove tersebut, selama ini manggrove juga dijadikan sarana edukasi bagi anak sekolahan bahkan untuk penelitian.

Selama ini untuk menjaga mangrove dari penebangan liar, Wali Kota Langsa Usman Abdullah (Toke Seum) termasuk fokus melakukan berbagai langkah dan pengawasan.

Termasuk pengawasan juga dilakukan oleh Kesatuan Penjaga Hutan (KPH) Wilayah III dibawah Dinas Kehutanan Provinsi Aceh yang berkantor di Kota Langsa.

Wali Kota Langsa bahkan sejak berapa tahun ini fokus menyulap mangrove Kuala Langsa menjadi Objek Wisata unggulan yang sudah dikenal hingga ke mancanegara.

Namun, pengawasan dan pengembangan kawasan mangrove ini terasa lambat berjalan karena belum ada dukungan khusus atau komitmen Pemerintah Pusat.

Selama ini, Pemko Langsa dengan menyisihkan anggaran APBK maupun jatah Otsus membuat berbagai fasilitas di kawasan Objek Wisata Mangrove Kuala Langsa.

Tujuannya agar hutan mangrove Kuala Langsa ini bisa tetap terjaga dari perambahan liar, para pelaku pembuat arang bakau yang dirasa saat ini menjadi masalah utama bagi keberlangsungan mangrove.

Saat ini ekowisata Hutan Manggrove menjadi salah satu objek wisata paling diminati di Kota Langsa, bahkan pada tahun 2019 Kota Langsa mendapatkan juara 1 Anugerah Pesona Indonesia (API) kategori ekowisata terpopuler di Indonesia.

Pemko Langsa telah berupaya menjalankan konsep konservasi berbasis kesejahteraan melalui pengembangan ekowisata hutan manggrove, dan selama ini telah menanam mangrove sekitar 2,3 juta batang.

Kawasan hutan manggrove merupakan pelindung dari abrasi air laut, sehingga bila ada gelombang pasang besar air laut mengarah ke pemukiman penduduk, dapat terhalang oleh pohon-pohon mangrovr.

Mangrove juga menjadi tempat berkembang biaknya biota-biota laut dan organisme laut lainnya, seperti udang, ikan dan kepiting.

Kemudian mangrove juga memberikan manfaat dalam bidang ekonomi, karena pohon manggrove tersebut bisa diolah menjadi berbagai benda hiasan atau kerajinan, bahkan di kota langsa dijadikan sirup manggrove.

Manfaat yang paling penting adalah mencegah pemanasan global. Karena di era industri saat ini, banyak pabrik, kendaraan bermotor, dan peralatan lainnya yang menimbulkan emisi gas karbon.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved