destinasi

Hai Penikmat Kopi Gayo, Temukan Sensasi Empat Varian Baru Rasa Kopi Gayo di Kedai Kenary Takengon

Roni, usia 42 tahun, mendalami kopi secara otodidak. Kedai kopi "Kenary" yang berada di Jalan Kebayakan Aceh Tengah, selalu ramai dikunjungi pelanggan

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Khalidin
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W.EDA
Kemasan kopi gayo kreasi Roni 

SERAMBINEWSTRAVEL.COM - Kedai Kopi Kenary Jalan Kebayakan Takengon, Aceh Tengah perlu mendapat perhatian khusus para pecinta kopi arabika Gayo.

Peracik kopi yang juga pemilik kedai, Roni Ilyandi, berhasil menciptakan empat varian baru rasa kopi arabika Gayo. Ia menamai varian itu dengan  "Mane Kopi, Losee Kopi, Rembune Kopi" dan "Bengie Kopi."

Bagi para pecinta kopi dengan mudah membedakan rasa masing-masing varian, yaitu untuk varian "Mane Kopi" tidak pahit. "Losee Kopi" memiliki rasa wine yang diproses secara fermentasi dengan kulit merah kopi. Varian "Rembune Kopi" rasanya lebih manis dan ringan, cocok untuk semua kalangan.

Sedangkan "Bengiee Kopi" rasa kopinya lebih kuat dan keras. Roni mengatakan varian "Loosee dan Bengiee Kopi" cocok untuk penikmat kopi sejati. Sehat dan bermanfaat.

Roni juga menciptakan alat sendiri yang dia sebut "alat pemecik kopi" untuk memproses racikan kopinya tersebut.

Alat "pemecik kopi" berfungsi meneteskan kopi menggunakan gaya gravitasi dengan kecepatan enam tetes per detik. Menggunakan air bersuhu ruangan, di adopsi dari teknik kimia , maserasi dan perkolasi.

Baca juga: Perjalanan ke Tanah Gayo, Sempurnakan Dengan Cerutu dan Seduhan Kopi Galeri Kopi Indonesia

Baca juga: November Kopi Gayo 2020 Segera Digelar di Bener Meriah, Saksikan Secara Live 

Baca juga: 8 Fakta Unik Aceh, Adanya Hukum Cambuk hingga Surganya Pecinta Kopi

"Dibutuhkan waktu 18 jam untuk penetasan sari kopi guna mendapatkan aroma dan rasa kopi yang khas," ujar Roni.

Selanjutnya hasil tetesan tersebut disimpan dalam kulkas untuk pemeraman rasa dan kestabilan rasa, keawetan rasa.

Roni, usia 42 tahun, mendalami kopi secara otodidak. Kedai kopi "Kenary" yang berada di Jalan Kebayakan Aceh Tengah, selalu ramai dikunjungi pelanggan.

Selain kopi, kedai ini juga menyajikan  makanan mie kocok yang khas Kenary. Banyak pelanggan datang ke sana, selain menikmati kopi, jugai mie kocoknya.

Roni menjaga cita rasa kopi yang disuguhkannya. Untuk itu ia memilih sendiri biji-biji kopi yang akan digongseng (roasting) dan kemudian dijadikan bubuk.

“Termasuk saya harus mengetahui betul sumber kebun kopi ini, karena semua itu akan mempengaruhi cita rasa,” kata Roni. Ia juga ikut menjemur kopi yang akan diolah jadi minuman dan bubuk.

Roni juga memproduksi bubuk kopi dengan merk “Kenary Coffee.”

“Ciri utama arabika Gayo adalah cita rasanya yang sempurna dengan rasa caramel, chocolate, herbal, dan nutty,” kata Roni yang telah menjalani bisnis ini selama 11 tahun. (fikar w eda)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved