situs

Mengintip Pesona Pantai Kayu Menang Yang Menawan di Aceh Singkil

Desa Kayu Menang, di Kecamatan Kuala Baru, berjarak sekitar 25 menit dari Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil.

Penulis: Dede Rosadi
Editor: Khalidin
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Warga bersantai di bawah pohon cemara yang bagian bawahnya dicat warna warni di panti Teluk Bayu, Desa Kayu Menang, Kecamatan Kuala Baru, Kabupaten Aceh Singkil, Jumat (26/2/2021)
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Pondok peristirahatan di pantai Teluk Bayu, Desa Kayu Menang, Kecamatan Kuala Baru, Kabupaten Aceh Singkil, Jumat (26/2/2021)

Laporan: Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWSTRAVEL.COM, SINGKIL - Perahu kayu mesin membelah sungai Singkil selebar 300 meter menuju Desa Kayu Menang, Kecamatan Kuala Baru, Kabupaten Aceh Singkil, Jumat (26/2/2021).

Sang juru mudi memilih jalur pelayaran di dekat tepian sungai. Selain lebih dalam, berlayar di pinggir sungai besar merupakan cara paling aman.

Jika tiba-tiba mesin perahu mati tinggal dihanyutkan ke pinggir sungai.

Pohon-pohon berukuran besar, terlihat mendominasi tumbuhan liar yang sesaki tepi sungai.

Sekitar 25 menit perahu belok kiri masuk ke sungai selebar 10 meter. Sungai buatan itu merupakan alur ke luar masuk Desa Kayu Menang.

Uniknya walau jalur transportasi menggunakan sungai. Tepat di pertemuan sungai Singkil dengan alur menuju Desa Kayu Menang, tersedia halte.

Baca juga: Sensasi Menjelajahi Hutan Mangrove, Destinasi Wisata Baru di Aceh Singkil

Baca juga: Wisata Ujung Batu di Pulau Banyak, Aceh Singkil, Akuarium Raksasa dan Kisah Legenda Perahu Pecah

Halte tersebut merupakan tempat penduduk setempat menunggu perahu melintas ketika hendak berangkat ke Singkil.

Berjalan kaki masuk ke Kayu Menang, pohon kelapa dan kuweni lebih mendominasi dibanding rumah penduduk yang terlihat jarang.

Cuaca terik jelang tengah hari membuat peluh membanjiri badan, ketika berjalan kaki sekira 300 meter menuju pantai yang terletak di belakang pemukiman penduduk Kayu Menang.

Tiba di pantai cuaca panas berganti hawa sejuk. Akibat ulah tiupan spoi-sepoi angin mengenai raga.

"Pantai di Desa Kayu Menang, diberi nama Teluk Bayu. Bayu artinya angin, dinamai pantai Teluk Bayu karena ada teluknya serta anginnya spoi-sepoi," kata Camat Kuala Baru, Juarddin.

Hawa sejuk juga dipengaruhi banyaknya pohon cemara di tepi pantai. Pohon Cemara itu sudah berusia puluhan tahun. Ini terlihat dari batangnya yang besar menjulang ke angkasa.

Selain sejuk pandangan segera dimanjakan hamparan pasir pantai seluas memandang.

Di kejauhan gugusan pulau-pulau di Kepulauan Banyak, terlihat menyembul di atas permukaan laut.

Baca juga: Nostalgia Rasa Kuliner Khas Aceh Singkil Lompong Sagu

Baca juga: Makam Tgk Syekh Tuan Tapa, Destinasi Wisata Ziarah di Kota Pala

Di sekitar pantai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kayu Menang, yang mengelola pantai Teluk Bayu, telah membangun pondok peristirahatan dan mengecat pohon cemara.

Sehingga pantai menjadi spot instagramable untuk berswafoto ria.

Pantai Kayu Menang juga cocok menjadi lokasi camping dan liburan bersama keluarga. Cocok jadi tempat libur keluarga lantaran lautnya tenang, pantainya luas serta dekat dengan pemukiman penduduk.

"Pantainya sangat bagus untuk lokasi selfie, bahkan camping," kata Firdaus mantan duta wisata Kabupaten Aceh Singkil, yang berkunjung ke pantai Teluk Bayu Desa Kayu Menang.

Desa Kayu Menang, di Kecamatan Kuala Baru, berjarak sekitar 25 menit dari Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved