Situs

Makam Tgk Syekh Tuan Tapa, Destinasi Wisata Ziarah di Kota Pala Aceh Selatan

Berdasarkan cerita rakyat dan dipercayai hingga saat ini, dahulu di sana hidup seorang petapa sakti bertubuh raksasa bernama Syekh Tuan Tapa

Penulis: Taufik Zass
Editor: Khalidin
SERAMBINEWS.COM/TAUFIK ZASS
Makam Syekh Tuan Tapa di Tapaktuan Aceh Selatan 

SERAMBINEWSTRAVEL.COM, TAPAKTUAN - Kabupaten Aceh Selatan dikenal memiliki sederet objek wisata alam seperti pantai hingga air tejun dan lainnya.  

Selain wisata alam, yang menjadi pusat perhatian masyarakat kala singgah ke kota ini karena di sana juga  terdapat destinasi wisata religi dan situs legendaris. 

Nah, jika suatu waktu Anda menginjak kaki ke Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan tidak lengkap rasanya sebelum mengunjungi sejumlah situs sejarah yakni Makam Tgk Syeh Tuan Tapa yang penuh legendaris.

Berdasarkan cerita rakyat secara turun temurun dan dipercayai hingga saat ini, dahulu di sana hidup seorang petapa sakti bertubuh raksasa bernama Syekh Tuan Tapa

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan  pun sejak beberapa tahun terakhir sangat serius dalam menjaga situs sejarah di kota penghasil Pala terbesar di Indonesia ini.

Makam Tgk Syeh Tuan Tapa yang terletak di Hilir, Kecamatan Tapaktuan saat ini kondisinya sudah sangat bagus setelah dilakukan pemugaran.

Makam Tgk Syeh Tuan Tapa yang ukuranya besar dan panjang, sampai saat ini masih terjaga dan terawat. Banyak warga luar Aceh Selatan berziarah serta memanjatkan doa di makam tersebut.

Baca juga: Berkunjung ke Objek Wisata Tuan Tapa Aceh Selatan, jangan Lewatkan Segarnya Jus Nipah

Baca juga: Menjajal Keindahan Pulau Dua, Objek Wisata di Aceh Selatan yang Masih Misteri

Ada sebagian orang yang jauh - jauh berkunjung ke makam tersebut hanya untuk melepaskan hajatnya (nazar) di makamnya diyakini keramat ini.

Disamping makam Tgk Syeh Tuan Tapa juga terdapat makam dengan ukuran biasa dari seorang penguasa (Raja) Tapaktuan bernama Datuk Radja Amat Djintan yang wafat pada tahun 1928 M.

Makam tersebut sampai saat ini juga masih terjaga dengan baik.

Aceh Selatan sendiri berada sekitar 500 km dari Banda Aceh.

Berbatasan langsung dengan Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Barat Daya.

Seperti diketahui, legenda dan jejak Tuan Tapa menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan.

Keberadaannya pun menimbulkan keingintahuan para pendatang ataupun wisatawan untuk berkunjung ke sana.

Jejak tersohor berupa tapak kaki raksasa selebar 2,5 meter dan panjang 6 meter itu, terletak di bibir pantai dan deretan Gunung Lampu, Tapaktuan.

Tapaktuan berasal dari dua suku kata tapak dan tuan.

Berdasarkan cerita rakyat secara turun temurun dan dipercayai hingga saat ini, dahulu di sana hidup seorang petapa sakti bertubuh raksasa bernama Syeh Tuan Tapa.

Dia sering bertapa ataupun bersemadi untuk mendekatkan diri kepada Tuhan-nya di sebuah bukit yang kini disebut Gunung Tuan di Tapaktuan.

Di kabupaten yang dikenal sebagai daerah penghasil pala ini juga terdapat sejumlah tempat wisata yang menarik.

Ada pantai Tapaktuan Tapa, air terjun tingkat tujuh, Pulau Dua, Batu Berlayar, dan makam Tuan Tapa.

Legenda dan jejak Tuan Tapa menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Tapaktuan.

Ada pula karang yang menyerupai topi dan kopiah Tuan Tapa yang terlepas ketika pertarungan yang terletak 50 meter dari tapak kaki raksasa.

Selain itu juga ada karang berbentuk hati di Desa Batu Itam dan sisik naga di Desa Batu Merah.

Letaknya sekitar 5 kilometer dari jejak kaki raksasa tersebut. Konon itu bekas potongan tubuh naga jantan yang kalah bertarung.

Baca juga: Pulau Dua yang Mempesona, Alasan Baru ke Aceh Selatan

Baca juga: Sensasi Menjelajahi Hutan Mangrove, Destinasi Wisata Baru di Aceh Singkil

Selain itu, ada pula karang berbentuk layar kapal di Pantai Batu Berlayar, Desa Damar Tutong, Kecamatan Samadua, Aceh Selatan, yang terletak 20 kilometer dari tapak kaki raksasa.

Konon itu sisa kapal raja dan permaisuri Kerajaan Asralanoka yang hancur ketika pertempuran dan selanjutnya makam raksasa dengan lebar 2 meter dan panjang 15 meter di dekat Masjid Tuo, Kelurahan Padang, Tapaktuan, yang letaknya sekitar 1 kilometer dari tapak kaki raksasa.

Jika anda masih penasaran dengan cerita legenda Tuan Tapa tak salahnya anda segera menjadwalkan agenda untuk berkunjung ke Aceh Selatan sembari menikmati panorama alam yang indah dan asri di Kabupaten yang didiami Suku Aceh, Suku Aneuk Jamee dan Suku Kluet ini.(taufik zass)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved