Destinasi

Damaran Baru Ecovillage Nominasi API Award 2020, Dihuni Sebelas Spesies Burung Endemik Sumatera

Menurut Agus, dengan masih ditemukanya sebelas spesies burung endemi Sumatera di dalam kawasan hutan Damaran Baru Ecovillage ini, maka menjadi...

Editor: Nurul Hayati
Foto: Agus Nurza
Spesies burung endemik Pulau Sumatera yang menghuni hutan kawasan Damaran Baru Ecovillage di kaki Gunung Burni Telong, di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah. 

Menurut Agus, dengan masih ditemukanya sebelas spesies burung endemi Sumatera di dalam kawasan hutan Damaran Baru Ecovillage ini, maka menjadi peluang besar untuk pengembangan ekowisata di Kabupaten Bener Meriah.

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWSTRAVEL.COM, BENER MERIAH - Damaran Baru Ecovillage dan Tugu Perjuangan Radio Rimba Raya, adalah dua destinasi wisata di Kabupaten Bener Meriah yang masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2020.

Damaran Baru Ecovillage yang merupakan salah satu desa di bawah kaki Gunung Burni Telong, di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.

Keistimewaan kampung ini adalah ada pada penghuninya.

Bukan tentang manusia, tapi di dalam kampung ini terhadap sebelas spesies burung endemik Pulau Sumatera.

Tidak hanya itu, Damaran Baru Ecovillage juga menyimpan beragam fauna langka.

Antara lain, Siamang, Kedih, Owa Serudung, dan masih banyak jenis lainnya.

Baca juga: Mancing Mania di Lhok Seudu Aceh Besar, Tempat Salurkan Hobi sekaligus Nikmati Senja

Ketiga spesies ini kini masuk dalam kategori terancam punah.

Untuk spesise burung yang mendiami kawasan hutan Damaran Baru Ecovillage, antara lain burung puyuh-bukit roll, puyuh-gonggong Sumatera, dan kuau-kerdil Sumatera.

Kemudian juga ada celepuk raja, paruh-kodok kepala-pucat, luntur Sumatera, brinji gunung, ciung batu Sumatera, berencet dada-karat, srigunting Sumatera, dan tangkar-uli Sumatera.

Kabid Pemasaran Pariwisata pada Dinas Pariwisata Kabupaten Bener Meriah, drh Agus Nurza Zulkarnain menyebutkan, dalam kawasan hutan Damaran Baru Ecovillage berdasarkan hasil penelitiannya ditemukan ada sebelas spesies burung endemik Sumatera dan juga masih ada puluhan spesies lainnya yang mendiami kawasan itu.

“Hasil penelitian saya sudah dipersentasikan dalam simposium pada Konferensi Penelitian dan Pengamatan Burung Indonesia, di Universitas Negeri Semarang pada tahun 2017 yang lalu,” ungkap Agus Nurza kepada Serambinewstravel.com, Senin (16/11/2020).

Baca juga: Usai Delapan Bulan Tutup, Museum Kota Lhokseumawe Kembali Dibuka

Menurut Agus, dengan masih ditemukanya sebelas spesies burung endemi Sumatera di dalam kawasan hutan Damaran Baru Ecovillage ini, maka menjadi peluang besar untuk pengembangan ekowisata di Kabupaten Bener Meriah.

“Ini potensi besar untuk Kabupaten Bener Meriah agar terus dikembangkan supaya mendatangkan wisatawan nusantara maupun mancanegara ke daerah ini,” ujar Agus Nurza yang juga salah satu pengamat burung di Sumatera.

Lanjutnya, dengan adanya kunjungan wisatawan ke daerah ini nanntinya akan meningkatkan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.

“Saya berharap ada dukungan semua pihak agar potensi wisata ini bisa berkembang serta kawasan hutan di Damaran Baru Ecovillage juga terjaga kelestariannya,” harap Agus.

Tambah Agus lagi, dengan masuknya Damaran Baru Ecovillage sebagai nominasi API award 2020, ia mengharapkan dukungan dan partisipasi dari semua pihak agar menjadi juara.

“Jika menjadi juara API award 2020, maka Damaran Baru Ecovillage semakin dikenal luas dan akan meningkatkan kunjungan wisatawan,” ungkapnya

Akses ke lokasi

Baca juga: Dukung Pengembangan Pariwisata, di Pulau Banyak akan Dibangun Dermaga dan Airport

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved