News

Ingin Merasakan Sensasi Melepas Penyu di Pulau Eksotik Kepulauan Banyak? Catat Jadwalnya

"Kita jadwalkan, pelepasannya setiap Desember tahun berjalan," ujar Dulmusrid. 

Editor: Nurul Hayati
Foto: Aini
Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid lepas penyu yang dijaga warga Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Banyak. Dulmusrid menetapkan jadwal pelepasan penyu setiap Desember 

"Kita jadwalkan, pelepasannya setiap Desember tahun berjalan," ujar Dulmusrid. 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWSTRAVEL.COM, SINGKIL - Ada atraksi baru di destinasi wisata Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil.

Atraksi tersebut, berupa pelepasan penyu langka ke laut lepas.

Setelah warga Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Banyak, berhasil melestarikan penyu langka yang bertelur di pinggir pantai desanya. 

Ratusan telur penyu, dijaga warga hingga menetas.

"Tukik yang dijaga sekarang sebanyak 202 ekor, usia mulai tiga minggu sampai enam bulan," kata Kepala Desa Teluk Nibung, Miswadi, Jumat (6/11/2020).

Selama ini tukik (bayi penyu) dilepas liarkan ke laut lepas, jika ada tamu istimewa datang ke Teluk Nibung.

Baca juga: Menziarahi Makam Pahlawan Nasional Malahayati

Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid lepas penyu yang dijaga warga Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Banyak. Dulmusrid menetapkan jadwal pelepasan penyu setiap Desember.
Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid lepas penyu yang dijaga warga Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Banyak. Dulmusrid menetapkan jadwal pelepasan penyu setiap Desember. (Foto: Aini)

Termasuk Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid dan kepala Dinas Provinsi Aceh, yang sedang melakukan survei lokasi rencana investasi Uni Emirat Arab (UEA).

Dulmusrid memutuskan, agar pelepasan penyu dilakukan secara terjadwal.

Sehingga, wisatawan bisa agendakan waktu khusus untuk ikut melepaskan tukik ke samudra Hindia yang berbatas dengan gugusan Kepulauan Banyak.

Bupati memutuskan, jadwal pelepasan anak penyu tersebut setiap Bulan Desember.

"Kita jadwalkan, pelepasannya setiap Desember tahun berjalan," ujar Dulmusrid. 

Dalam kesempatan itu, Dulmusrid juga meminta Kepala Dinas Pariwisata Aceh Singkil, Edy Hartono, promosikan jadwal pelepasan tukik.

Sehingga, diketahui wisatawan yang berkunjung ke Pulau Banyak.

Sementara itu, menurut Kepala Desa Teluk Nibung, Miswadi penyu rutin datang ke pantai setiap sebulan.

"Dengan adanya pelestarian ini, kita berharap atas dukungan semua pihak bisa berdonasi, sehingga pengawasan bisa lebih maksimal," kata Miswadi.

Penyu yang rutin bertelur, merupakan penyu langka dunia.

Seperti penyu belimbing, penyu sisik, dan penyu hijau. (*)

Baca juga: November Kopi Gayo 2020 Segera Digelar di Bener Meriah, Saksikan Secara Live 

 
 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved